Full Support Panglima Agar Medan Bangkit Kembali !!!       

16 Juli 2010 - 15:03
+ 286 foto-foto liputan.
Full Support Panglima Agar Medan Bangkit Kembali !!!

Sudah hampir 3 tahun Perkin Sumatera Utara tidak menyelenggarakan pameran anjing trah secara resmi. Pameran terakhir diadakan pada 25 November 2007 di Sinar Plaza Medan. Selama 2,5 tahun ini ternyata terjadi penurunan jumlah anggota Perkin yang aktif sehingga Perkin Pusat menurunkan peringkat Perkin Sumut dari wilayah menjadi konsulat. Untuk beberapa orang yang peduli terhadap kelangsungan hidup Perkin, penurunan strata ini bagai petir disiang bolong.

Beberapa penggemar anjing yang sering berkumpul di Pet Shop Gober merencanakan membuat pameran anjing 3 trah yaitu Dobermann, Rottweiler dan AGJ. Tetapi rencana tersebut berkembang lagi menjadi pameran anjing multi trah untuk merangkul semua pecinta anjing di Medan dan juga untuk mempertinggi minat memelihara anjing trah di kota ini.

Menurut ketua panitia yaitu Edy S.Sukandi atau lebih dikenal dengan nama Edy Tango, rencana penyelenggaraan pameran ini juga seiring dengan permintaan Panglima KOSEKHANUDNAS III Marsma TNI Chaerudin Ray untuk membuat acara di tempatnya. Panglima memperbolehkan tempatnya dipakai secara cuma-cuma oleh panitia penyelenggara pameran. Tidak hanya itu, Panglima ternyata juga memberikan piala kepada para pemenang Best In Exhibiton dan reservenya yang bentuknya sangat unik yaitu miniature pesawat tempur yang dibuat sangat mirip dengan aslinya.


Belum cukup dengan 2 hal diatas, Panglima juga berkenan hadir memberikan sedikit pidato dan meresmikan acara ini. Beliau juga menyempatkan diri melihat jalannya pameran dan selalu hadir di puncak acara untuk menyerahkan piala kepada pemenang Best In Exhibition dan reservenya selama 2 hari berturut-turut. Di akhir acara hari kedua, beliau pula yang menutup pameran secara resmi. Benar-benar support 100% dari Panglima untuk acara ini!. Selain Panglima, acara ini juga mendapat dukungan dari berbagai elemen pemerintahan lainnya seperti wakil dari dinas peternakan, POLDA, PEMDA dan lainnya.

Entah di ridhoi oleh Yang Maha Kuasa atau pawang hujannya jago, 2 hari pameran cuaca sangat bersahabat. Kalau ada terik sinar matahari hanya berlangsung sebentar saja dan kalau ada tetesan air hujan juga sangat sedikit sekali alias gerimis. Cukup nyaman untuk pameran outdoor.

Hari pertama pameran, diselenggarakan juga lomba dog fashion show yang ternyata peminatnya cukup banyak dan sangat menarik bagi para pengunjung. Sayangnya hanya 1 acara saja sehingga berlangsung dengan sangat cepat. Ada baiknya acara seperti ini ditambah dengan acara lainnya seperti lomba makan, lomba lari bagi anjing, lomba ketrampilan dan lain sebagainya agar acara jadi lebih semarak.

Juri Perkin Hendy Sumarhendy kali ini “pecah telor” dimana pameran kali ini adalah pameran pertama kalinya sejak dia diberi wewenang oleh Perkin menjadi juri resmi Perkin. Memang sebelumnya Hendy Sumarhendy pernah menjuri di pameran yang diadakan di Jawa Tengah tapi hanya sebatas menjadi juri untuk beberapa grup saja, jadi pada saat itu belum “pecah telor” hanya “retak telor” saja. Menurut penilaian AnjingKita.Com, Perkin tidak salah menunjuk Hendy Sumarhendy sebagai juri Perkin karena beliau menjaga “kehormatan” Perkin dalam menjalankan tugasnya. Di pameran hari pertama dimana beliau menjuri, 1 ekor anjing Rottweiler didiskualifikasi karena anjing tersebut hendak menggigit ketika akan diperiksa giginya. Untuk juri asing hal ini adalah hal biasa tapi untuk juri lokal yang menjuri dipameran dalam negri sebenarnya adalah suatu beban apalagi dalam pameran kali ini anjing yang didiskualifikasi adalah milik ketua panitia.

Sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, seharusnya perkembangan kinologi di kota Medan maju seperti di Jakarta atau Surabaya. Jumlah peserta pameran kali ini tidak terlalu jauh beda dengan pameran sebelumnya yaitu 115 ekor. Ketua panitia menuturkan, banyak penggemar anjing yang ingin mengikuti acara ini tetapi keberatan dengan biaya pameran. Padahal biaya pameran hanya Rp.300 ribu untuk 2 kali pameran yang mana harga tersebut boleh dibilang murah. Mungkin juga calon peserta kekurangan informasi akan hal ini karena di poster pameran hanya tertulis “ biaya pameran @Rp.300 ribu”, sehingga calon peserta berpikir untuk 2 kali pameran akan dikenakan biaya Rp.600 ribu/ekor. Tidak ada penjelasan kalau biaya ini untuk 2 kali pameran. Selain masalah biaya pameran, mungkin saja penggemar anjing di Medan banyak yang masih belum paham untuk mengikuti pameran anjing seperti ini, mereka berpikir anjingnnya tidak memiliki ketrampilan sehingga mengurungkan niat untuk mengikuti pameran, padahal pameran ini tidak melihat ketrampilan tetapi anatomi dari anjing. Disini terlihat kalau Perkin masih kurang dalam membina wilayahnya.

Liputan ini terselenggara berkat dukungan dari:

TANGO High Performance Soundsystem

Perkin Sumatera Utara

Gober Pet Shop

Untuk kualitas anjing trah yang ada di kota Medan, menurut juri Mario Magsasay dari Filipina hanya ada 4 trah yang menonjol yaitu trah Anjing Gembala Jerman, Rottweiler, Shih Tzu dan Golden Retriever. Juri asal Filipina ini kagum dengan AGJ yang dipilihnya sebagai pemenang BOB. Menurutnya, untuk biakan lokal, anjing ini sangat istimewa. Anjing Herder ini memiliki kepala yang sangat bagus, movementnya sempurna dan stamina yang tinggi. Beliau tambah terpesona ketika mengetahui anjing ini baru tiba dari Brastagi pagi harinya. “Anjing ini akan tampil lebih maksimal jika tiba lebih awal”, tambahnya.

Selain memuji Herder biakan lokal, Mario Magsasay juga terkagum-kagum pada anjing trah Maltese yang dia pilih sebagai pemenang Best In Exhibition dan juga meraih gelar yang sama pada hari sebelumnya. “Anjing itu bukan sekedar berkualitas istimewa tapi berkelas dunia”, katanya. Beliau menambahkan, sangat sulit menemukan anjing Maltese dengan pigmen yang sempurna. Selain anatominya yang istimewa, langkah anjing ini juga sangat indah. Maka tak heran anjing ini terpilih sebagai pemenang utama dalam 2 hari pameran ini.

Rencananya, Perkin Medan akan menyelenggarakan kembali pameran anjing trah pada bulan Oktober dan November tahun ini. Diharapkan seluruh penggemar anjing trah di kota Medan dan sekitarnya dapat menyokong acara ini sehingga pameran berikutnya bisa lebih berkualitas dan bisa mensejajarkan diri dengan Perkin wilayah lainnya di pulau Jawa.


Foto-Foto Liputan Pameran Klik Disini


 

Jangan lupa ikut dan menyaksikan pameran berikutnya ya....

 

Kirim ke teman Cetak Komentar
Penilaian Saya:
Artikel Sebelumnya:
Artikel Selanjutnya:

Suara Kita Terkini

Komentar Terakhir