Fakta Tentang Bulu Rontok Pada Anjing
Oleh Bobby Santoso Sutoni
Banyak pertanyaan yang masuk melalui email tentang mengapa bulu anjing mudah rontok. Berikut ini beberapa fakta tentang bulu rontok pada anjing:
- Bulu anjing yang strukturnya halus lebih mudah rontok dibanding bulu yang strukturnya kasar.
- Bulu dalam atau biasa disebut undercoat lebih mudah rontok. Seperti bulu bagian dalam pada anjing Golden Retriever akan lebih mudah rontok. Bulu dalam ini berukuran pendek dan halus. Gunanya untuk memberi kehangatan pada anjing.
- Lebih sering dimandikan maka akan lebih mudah rontok karena kulit dan bulu menjadi lebih kering.
- Anjing jantan biasanya mengalami rontok bulu sebanyak 1 kali dalam setahun sedangkan anjing betina akan lebih sering yaitu pada masa sebelum menstruasi (Loops) dan setelahnya.
- Konon, steril pada anjing mengurangi kerontokan.
- Suhu lingkungan yang panas lebih memudahkan bulu rontok. Anjing butuh suhu ruang dibawah 20 derajat celcius untuk mempertahankan bulu dalamnya (Undercoat).
- Bulu anjing yang berwarna muda seperti putih, krem atau coklat muda akan lebih mudah rontok dibanding bulu berwarna gelap seperti hitam.
- Pada saat rontok, bulu yang berwarna muda lebih mudah terbang terbawa angin sedangkan bulu berwarna tua akan tetap dilantai karena bobotnya lebih berat.
- Vitamin bulu hanya menolong sedikit saja jika tidak disertai dengan suhu ruang yang rendah (Dingin)
- Ada anjing yang mengalami rontok bulu sepanjang tahun seperti anjing Pug. Tetapi ada anjing yang tidak mengalami rontok bulu seperti Poodle. Oleh sebab itu pada Poodle tidak disebut bulu melainkan rambut (Hair). Ada pula anjing yang hanya memiliki bulu dibeberapa bagian tubuhnya saja seperti Chinese Crested.
- Bulu yang rontok karena masa rontoknya tiba akan memudar warnanya.
- Masa rontok bulu biasanya selama 3 bulan, bisa dipercepat dengan cara rajin disisir agar bulu yang setengah mati dipaksa rontok. Semakin cepat rontok maka semakin cepat selesai dan tumbuh baru.
- Anjing juga dapat mengalami kebotakan seperti manusia, disebut dengan alopesia.

